PENDISTRIBUSIAN MAKANAN BERGIZI UNTUK PERCEPATAN PENURUNAN STANTING PADA BAZNAS KABUPATEN SUMBAWA BA
PENDISTRIBUSIAN MAKANAN BERGIZI UNTUK PERCEPATAN PENURUNAN STANTING PADA BAZNAS KABUPATEN SUMBAWA BARAT
26/05/2026 | HumasMengkonsumsi makanan bergizi, khususnya protein hewani, cukup efektif untuk mencegah stunting pada balita. Ada banyak pangan lokal yang bergizi dan kaya protein, serta baik untuk mendukung pertumbuhan balita.
Sudah tak asing bukan dengan masalah stunting pada balita? Stunting terjadi ketika pertumbuhan tinggi balita tidak sesuai dengan tinggi ideal di usianya. Penyebabnya karena kurangnya asupan gizi yang seimbang dalam jangka waktu lama.
Di Indonesia, stunting biasanya terjadi pada anak-anak yang datang dari keluarga dengan ekonomi yang rendah, sehingga mereka kurang mampu untuk mengakses makanan bergizi.
Sebenarnya ada berbagai pilihan pangan lokal yang murah, tapi tetap mengandung banyak gizi dan nutrisi yang baik untuk anak. Mau tahu, apa saja makanan tersebut
Kondisi saat ini masih banyak anak yang tidak mendapatkan asupan gizi yang baik sehingga terjadi stunting. Asupan gizi yang baik didapatkan dari makanan yang tepat sesuai yang tersedia di daerah masing-masing.
Gizi yang baik adalah pondasi penting bagi seorang anak untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, terutama bagi mereka yang tumbuh dan berkembang di lingkungan rentan.
Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat mengatakan upaya strategis yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengatasi masalah gizi terutama stunting dimulai dengan deteksi dini. Kegiatan dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara rutin di Posyandu.
Wabup menjelaskan pencegahan stunting harus diawali dengan prinsip pencegahan, yakni mencegah sedini mungkin pemberian makanan bayi dan anak mencakup inisiasi menyusui eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan dan sampai dengan 2 tahun dengan mengutamakan asupan makanan tinggi protein hewani sejak anak berusia 6 bulan yang mana sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak
Lebih lanjut ia menjelaskan, pencegahan stunting dimulai dari porsi isi piring dengan kandungan gizi seimbang, salah satunya untuk pembentukan kolagen bagi kebutuhan tulang rawan.
Tetapi secara umum kalau sudah makan 3 jenis lauk pauk setiap hari maka semua kebutuhan asam amino esensial untuk pembentukan kolagen sudah terpenuhi.
Kandungan gizi seimbang bisa didapatkan dari pangan yang banyak beredar di masyarakat. Untuk ibu hamil atau sebelum bayi lahir pangan yang dianjurkan setiap kali makan adalah ikan ,telur, susu, pangan hewani, dan lauk pauk.
Bagi bayi: usia 0 – 24 bulan harus diberi ASI, bayi pada usia 6 – 9 bulan mulai diberi MP ASI berupa makanan lumat, pada usia 9 – 12 bulan diberi MP ASI makanan lembek. Pada usia 12 – 24 bulan mulai diberi makanan keluarga.
Frekuensi makan bagi bayi per hari usia 6 – 9 bulan sebanyak 2 – 3 kali makanan lumat + 1 – 2 kali makanan selingan ditambah ASI. Jumlah setiap kali makan terdiri dari 2 – 3 sendok makan penuh setiap kali makan dan tingkatkan secara perlahan sampai setengah dari cangkir mangkok ukuran 250 ml tiap kali makan.
Pada usia 9 – 12 bulan diberi 3 – 4 kali makanan lembek + setengah kali makanan selingan ditambah ASI. Porsi makanan sebanyak setengah mangkuk ukuran 250 ml.
Selanjutnya untuk bayi usia 12 – 24 bulan sebanyak 3 – 4 kali makanan keluarga ditambah 1 – 2 kali makanan selingan plus ASI. Jumlah setiap kali makan sebanyak ¾ mangkuk ukuran 250 ml.
Semoga kita semua secara bersama sama menjadi garda terdepan didalam percepata penurunan angka stanting dikabupaten Sumbawa barat, semoga kedepan baznas ksb semakin kuat dan terus berkembang.